Archive for September 24th, 2011


Pengantar Bisnis - Rangkuman Bab 9

Pengantar Bisnis

Rangkuman Bab 9 : Memproduksi Barang Dan Jasa Kelas Dunia

1. Manajemen Produksi merupakan istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan semua aktivitas yang dilakukan Manajer untuk membantu perusahaan mereka menghasilkan barang.

2. Manajemen Operasi adalah area khusus dalam Manajemen yang mengubah atau mentransformasi sumber menjadi barang dan jasa.

3. Form Utility adalah nilai yang ditambahkan dengan pembuatan barang dan jasa yang sudah jadi, seperti nilai yang ditambahkan dengan menggunakan silicon dan membuat chip computer atau menggabungkan layanan untuk menciptakan paket liburan.

4. Manufaktur Proses secara fisik dan kimiawi mengubah bahan.

5. Proses Perakitan menyatukan komponen – komponen untuk membuat produk.

6. Proses Yang Berkelanjutan merupakan proses dimana produksi yang lama berjalan dan menghasilkan barang jadi berkali – kali.

7. Proses Sebentar – Sebentar ketika merespon pesanan pelanggan tertentu.

8. Manufaktur Yang Fleksibel melibatkan mendesain mesin untuk melakukan banyak tugas, sehingga mesin tersebut dapat menghasilkan beragam produk.

9. Manufaktur Yang Ramping adalah produksi barang dengan menggunakan segala sumber yang lebih sedikit ketimbang produksi massa.

10. Penyesuaian Massa yang berarti menyesuaikan produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan individual, sekarang dipraktikkan dimana – mana.

11. Lokasi Fasilitas adalah proses pemilihan lokasi geografis untuk operasi perusahaan.

12. Tata Ruang Fasilitas adalah susunan sumber fisik dalam proses produksi.

13. Perencanaan Persyaratan Barang adalah system manajemen berbasis computer yang menggunakan ramalan penjualan untuk memastikan bahwa bagian – bagian dan bahan – bahan yang dibutuhkan tersedia pada waktu dan tempat yang tepat di satu perusahaan tertentu.

14. Pembelian adalah fungsi dalam seuah perusahaan yang mencari sumber bahan berkualitas, menemukan pemasok terbaik, dan menegosiasikan harga terbaik untuk barang dan jasa yang berkualitas.

15. Kualitas adalah secara konsisten memproduksi apa yang diinginkan pelanggan sementara mengurangi kesalahan sebelum dan setelah pengiriman kepada pelanggan.

16. Kontrol Kualitas Statistis adalah proses yang digunakan beberapa Manajer untuk secara kontinu memonitor semua fase proses produksi guna memastikan bahwa kualitas ditambahkan ke dalam produk tersebut sejak awal.

17. Kontrol Proses Statistis adalah proses pengambilan sampel statistis dari komponen produk pada setiap tingkat proses produksi dan menggambarkan hasilnya di atas grafik.

18. ISO 9000 adalah nama umum yang diberikan untuk manajemen yang berkualitas dan standar yang terjamin.

19. ISO 14000 adalah koleksi praktik terbaik untuk mengatur pengaruh organisasi terhadap lingkungan.

20. Jalan Penting / Critical Path adalah urutan tugas yang membutuhkan waktu penyelesaian terlama.

21. Bagan Gannt adalah sebuah grafik batang yang dengan jelas menunjukkan proyek yang sedang dikerjakan dan berapa banyak yang telah diselesaikan dalam waktu tertentu.


Pengantar Bisnis - Artikel Bab 8

Pengantar Bisnis

Artikel Bab 8 : Mengadaptasi Organisasi Pada Masa Sekarang

Tentang adaptasi

Istilah adaptasi dapat mengacu pada berbagai aktivitas yang berbeda (termasuk tindakan teknis, kelembagaan, legal dan pendidikan), yang diterapkan oleh berbagai komunitas praktisi di tempat berbeda dengan kerangka waktu yang berbeda pula. Pemahaman dan penafsiran berbagai pemangku kepentingan tentang adaptasi juga berbeda-beda. Saya tidak ingin terlibat dalam debat konseptual di sini, tetapi ingin lebih memusatkan perhatian pada tujuan dan proses adaptasi serta menyoroti sisi “penambahannya” (additionality) sebagai pelengkap kegiatan pembangunan konvensional, konservasi dan DRR.

Sejatinya, adaptasi adalah proses penyesuaian terhadap perubahan masa kini atau yang akan datang dengan mengurangi keburukan dan memaksimalkan kesempatan-kesempatan bermanfaat yang ada.

Usaha-usaha adaptasi dapat berfokus pada respon terhadap berbagai dampak spesifik (misalnya peningkatan suhu) dan/atau pengurangan kerentanan dengan menangani penyebabnya. Suatu sistem dikatakan rentan bila sistem tersebut sangat mudah terkena bahaya. Untuk mengilustrasikan konsep ini, bayangkan seseorang yang memiliki luka terbuka di kakinya dan hidup di suatu tempat dengan kondisi kebersihan yang buruk. Orang ini lebih rentan terhadap infeksi dibandingkan orang-orang yang tidak memiliki luka terbuka. Untuk mengurangi sensitivas, ia dapat membersihkan lukanya dan membalutnya untuk mengurangi paparan terhadap bakteri. Ia juga dapat minum obat antibiotik atau menjalankan diet yang meningkatkan kekebalan tubuh untuk mempertinggi daya tahan melawan infeksi.

Mengutip dari spektrum kegiatan adaptasi yang dibuat oleh WRI, usaha-usaha yang berorientasi pada kerentanan bisa hampir sepenuhnya tumpang tindih dengan praktik-praktik pembangunan tradisional (misalnya diversifikasi mata pencaharian di wilayah-wilayah yang rentan banjir), khususnya bila hanya ada sedikit atau tidak ada risiko iklim yang spesifik. Aktivitas-aktivitas semacam itu umumnya bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dan menangani kurangnya kemampuan mendasar yang membuat orang rentan terhadap bahaya. Meskipun tidak memperhitungkan risiko iklim, kegiatan-kegiatan ini dapat mengurangi berbagai dampak negatif perubahan iklim (misalnya jika panen gagal karena banjir akibat curah hujan yang tinggi, banyak keluarga dapat bergantung pada pendapatan dari mata pencaharian alternatif).
Pada ujung lain spektrum ini, usaha-usaha tersebut bisa termasuk kegiatan-kegiatan khusus yang menargetkan dampak perubahan iklim tertentu yang berada di luar spektrum pembangunan konvensional (misalnya mengurangi risiko meluapnya danau glasial).

“Apakah adaptasi benar-benar berbeda dengan pembangunan?”

Saya tidak akan mengatakan bahwa adaptasi sama sekali berbeda dengan pembangunan. Saya cenderung mengatakan bahwa adaptasi dapat memberi sumbangsih atau meningkatkan pembangunan, atau lebih baik lagi, bahwa adaptasi dapat menjadikan pembangunan “tahan iklim” dan lebih berkelanjutan.
Apa yang menjadikan adaptasi berbeda bukanlah kegiatan atau ukuran spesifiknya, tetapi proses keseluruhan, khususnya bila kita berbicara mengenai adaptasi terencana. Pembangunan konvensional tentu saja dapat menghasilkan manfaat tambahan untuk adaptasi, tetapi dapat pula mengakibatkan mal-adaptasi, yang berarti bahwa kegiatan tersebut justru meningkatkan kerentanan sistem-sistem tertentu terhadap perubahan iklim dan bukan menguranginya. Misalnya, sebuah bendungan yang dibangun untuk menangani masalah air di bagian hulu dapat mengganggu aliran air yang menjadi andalan komunitas di bagian hilir dan membuat mereka lebih rentan terhadap kekeringan yang diperkirakan terjadi di masa mendatang.

Adaptasi terencana terhadap perubahan iklim melibatkan penggunaan informasi mengenai kondisi-kondisi iklim di masa lalu, sekarang dan masa depan untuk mengembangkan kegiatan yang mengurangi kerentanan dan meningkatkan kesejahteraan, atau untuk mengevaluasi keberlangsungan tindakan, strategi dan kebijakan terkait perubahan iklim baik yang sedang dilakukan maupun yang masih dalam rencana. Kegiatan direncanakan berdasarkan penilaian kerentanan – sebuah proses bidang adaptasi yang unik – yang menjawab berbagai pertanyaan mengenai siapa yang rentan terhadap apa, mengapa kerentanan ini terjadi atau akan terjadi, dan bagaimana kerentanan ini mungkin meningkat di masa depan bila tidak diambil suatu tindakan.

Penilaian kerentanan menggambarkan risiko iklim masa kini dan masa depan, di mana risiko iklim masa kini adalah masalah bervariasinya iklim sekarang ini. Penilaian tersebut juga didukung informasi dari pengalaman bencana iklim di masa lalu, akibatnya serta hasil strategi manajemen yang diterapkan untuk menanganinya. Lebih jauh lagi, tantangan-tantangan utama non iklim juga diperhitungkan dalam usaha mencermati penyebab-penyebab mendasar kerentanan. Di sinilah berbagai hal mulai membingungkan dan batas-batas yang ada menjadi buram, karena tantangan-tantangan tersebut sering kali merupakan isu-isu pembangunan konvensional, seperti ketidaksetaraan gender dan tidak terjaminnya akses terhadap sumber daya.

Aktivitas adaptasi dapat mencakup langkah-langkah yang serupa dengan pembangunan berkelanjutan, pengurangan kemiskinan, manajemen sumber daya alam, kesiapsiagaan menghadapi bencana dan perencanaan lingkungan perkotaan. Keunikan adaptasi terletak pada proses pengembangan dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan ini, di mana pengambilan keputusan memasukkan analisis risiko iklim dan kerentanan serta kemungkinan efek kumulatif ancaman-ancaman iklim dan non iklim, termasuk perubahan-perubahan perlahan dan bertahap seperti peningkatan permukaan air laut. Semua ini dilakukan sebagai usaha untuk menjadikan pembangunan tahan iklim dan mengurangi risiko mal-adaptasi menghadapi kondisi-kondisi masa depan yang tidak pasti.

Kembali kepada analogi luka terbuka tadi, membalut luka dan memberikan antibiotik (pembangunan konvensional) mungkin tidak selalu meningkatkan daya adaptasi orang yang terluka tersebut terhadap risiko infeksi yang lebih tinggi. Di masa mendatang, banjir yang sering terjadi mungkin memperburuk kondisi kebersihan dan/atau merangsang berbagai infeksi baru. Perencanaan menyeluruh menjadi lebih efektif dengan memperhitungkan tindakan dan reaksi di masa lalu, tantangan dan kelemahan masa kini, serta risiko di masa depan.

“Baiklah, jadi adaptasi pada dasarnya sama dengan pengurangan risiko bencana, bukan?”

Benar dan salah!

Pengurangan risiko bencana (DRR) maupun adaptasi terhadap perubahan iklim bukan hanya menyangkut bencana atau perubahan iklim saja, tetapi menyangkut semua faktor-faktor sosial, fisik dan ekonomi yang mengubah suatu bahaya menjadi bencana dan yang mempengaruhi, serta dipengaruhi, besarnya ancaman tersebut. Jadi di sini terdapat fokus yang sama dengan pengurangan risiko:fokus pada pengurangan kerentanan.
Namun, DRR juga menangani bahaya-bahaya non iklim seperti tsunami dan gempa bumi, sesuatu yang berada di luar portofolio adaptasi. Selain itu, DRR biasanya memfokuskan hanya pada satu peristiwa dalam sekali waktu dan dengan kurun waktu yang lebih singkat. Pemikiran adaptasi dapat meningkatkan DRR dengan mempertimbangkan serangkaian peristiwa berbahaya, dalam konteks risiko bencana kumulatif — sesuatu yang memerlukan perspektif jangka waktu yang lebih panjang dalam pengurangan risiko. Perbedaan lainnya terdapat pada fakta bahwa DRR memberi penekanan yang lebih besar pada peristiwa-peristiwa ekstrim. Penambahan adaptasi mempertimbangkan perubahan-perubahan bertahap dalam berbagai proses dan variabel biofisika, termasuk suhu dan kelembapan, yang mungkin mempengaruhi ekosistem, penghidupan dan kesehatan manusia.

“Tetapi kami sudah mengupayakan peningkatan ketahanan ekosistem!”

Ini merupakan tantangan yang muncul ketika berbicara tentang  adaptasi, khususnya adaptasi ekosistem, dengan kawan-kawan yang bekerja di bidang konservasi.
Banyak praktisi konservasi tidak membedakan adaptasi dan proses peningkatan ketahanan ekosistem dengan, misalnya, membatasi ancaman luar terhadap ekosistem. Kawasan-kawasan yang dilindungi dianggap sebagai salah satu strategi yang sangat penting dalam usaha ini, karena kontribusinya terhadap peningkatan ketahanan ekosistem melalui pembatasan berbagai tekanan yang ditimbulkan oleh manusia (yang efek negatifnya diperkirakan diperburuk oleh perubahan iklim). Wilayah yang dilindungi juga dapat dikelola secara partisipatoris sehingga bermanfaat bagi masyarakat melalui kemungkinan mata pencaharian alternatif.

“Jadi mengapa menyia-nyiakan waktu dengan merencanakan adaptasi?”

Pertama, karena kita sebaiknya tidak hanya berfokus pada ketahanan. Tentu saja ketahanan itu penting, tetapi biasanya ditafsirkan dengan sangat sempit dengan hanya melihat pada kemampuan ekosistem untuk kembali pada kondisi sebelumnya setelah terjadi bencana atau mempertahankan status-quo.  Namun, laju perubahan iklim global sekarang dan prediksinya di masa depan belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah modern, dan dalam banyak kasus laju perubahan ini akan melampaui kapasitas alamiah ekosistem untuk beradaptasi. Sebagai konsekuensinya, beberapa perubahan kondisi, fungsi dan distribusi ekosistem tidak dapat dihindari, dan akibatnya pemulihan ke kondisi sebelumnya atau mempertahankan status-quo menjadi usaha yang cenderung mustahil (dan merupakan pemborosan waktu dan sumber daya).
Rekan kerja dan kawan saya Eliot Levine dari WWF mengutarakan suatu pandangan menarik mengenai hal ini di blog terkait. Ia membandingkan dua strategi konservasi khayalan dua organisasi yang berbeda, di mana keduanya bertujuan untuk melindungi spesies burung yang populasinya terus berkurang. Strategi Organisasi X didasarkan pada perencanaan konservasi konvensional, sedangkan Organisasi Y mengintegrasikan ide adaptasi ke dalam proses ini.

Setelah melakukan survei populasi ke seluruh negara, dan menganalisis berbagai kecenderungan pembangunan dan usaha pemanfaatan sumber daya alam pada wilayah-wilayah habitat utama, Organisasi X menyimpulkan bahwa ancaman utama terhadap spesies tersebut adalah hilangnya habitat akibat meningkatnya deforestasi dan pertambangan, dengan dampak terbesar di bagian selatan negara tersebut (tempat terjadinya penurunan populasi terbesar dari burung tersebut).Sebaliknya, bagian utara negara tersebut menunjukkan adanya peningkatan populasi burung.Dengan demikian, Organisasi X memutuskan untuk mengupayakan pendirian kawasan yang dilindungi di daerah selatan untuk memastikan bahwa habitat yang ada memiliki kapasitas daya dukung yang mencukupi bagi spesies burung tersebut di masa depan.

Organisasi Y melakukan proses yang kurang lebih sama dan mengidentifikasi perubahan-perubahan populasi yang sama dan hilangnya habitat di wilayah yang sama.Namun, proses perencanaan Organisasi Y mengikutsertakan analisis kecenderungan dan variasi iklim regional selama 10 tahun terakhir.Analisis iklim tersebut menunjukkan bahwa wilayah selatan mengalami peningkatan suhu pada siang dan malam hari.Studi tambahan menunjukkan bahwa sebagian burung yang ditemukan di sana sebenarnya bermigrasi ke bagian utara sebagai akibat dari pergeseran suhu tersebut.Studi-studi ini menunjukkan bahwa sumber makanan utama spesies burung ini, yaitu sejenis serangga kecil,terkena dampak negatif peningkatan suhu sehingga mengakibatkan sumber makanan burung-burung tersebut berkurang.Organisasi Y menyimpulkan bahwa pembangunan kawasan yang dilindungi di bagian utara akan menjadi cara yang paling efektif untuk melestarikan spesies target ini, karena ini akan memastikan hutan yang masih tersisa pada ketinggian yang lebih tinggi dan lebih sejuk mampu menjadi penahan peningkatan suhu bagi burung-burung maupun serangga makanannya.Mengalokasikan sumber daya terbatas untuk perlindungan burung-burung di bagian selatan negara tersebut tidak dipandang sebagai pilihan yang baik karena habitat yang tersisa mungkin menjadi sangat tidak cocok bagi spesies tersebut di masa depan.

Serupa dengan pandangan mengenai strategi pembangunan dan adaptasi, aktivitas sebenarnya pada masing-masing kasus pemisalan di atas adalah sama - pembentukan kawasan yang dilindungi.Perbedaannya terletak pada proses pengambilan keputusannya dan alasan di balik tindakan tersebut.

Strategi adaptasi untuk ekosistem tidak hanya bertujuan untuk mengurangi ancaman masa kini terhadap ekosistem (misalnya deforestasi) tetapi juga mengurangi ancaman di masa depan. Setelah meminimalisir ancaman-ancaman non iklim, tindakan adaptasi spesifik dapat dimasukkan dalam praktik-praktik pengelolaan seperti memfasilitasi evolusi suatu ekosistem menuju keadaan baru yang disesuaikan dengan kondisi yang sudah berubah.

Sebagian besar ahli konservasi biasanya meringis bila Anda mengemukakan hal ini – memfasilitasi pergeseran ekosistem – karena dianggap sebagai sesuatu yang sangat negatif yang harus dihindari. Namun, suka atau tidak, beberapa perubahan akan tak terelakkan.

Tindakan yang memfasilitasi pergeseran ekosistem atau evolusi tidak bertujuan untuk menolak atau membalikkan perubahan tersebut dengan segala sarana yang ada. Tindakan-tindakan tersebut lebih difokuskan untuk mempermudah proses transisi dan proses adaptasi alamiah yang akan membawa ekosistem ke suatu keadaan yang baru, namun dapat diterima secara sosial. Contohnya mencakup pengurangan fragmentasi bentang alam untuk meningkatkan keterhubungan antar habitat untuk migrasi spesies dan konservasi tipe-tipe hutan lintas gradien lingkungan atau titik-titik panas keanekaragaman hayati.

“Layanan ekosistem untuk kesejahteraan manusia? Sudah dilakukan!”

Ini reaksi umum yang saya dapatkan bila saya berbicara mengenai minat spesifik saya dalam adaptasi - Adaptasi berbasis Ekosistem (Ecosystem-based Adaptation, atau disingkat EbA).
Meskipun namanya menyesatkan, EbA merupakan pendekatan antroposentris berkaitan dengan cara jasa ekosistem yang dapat membantu manusia beradaptasi terhadap bervariasinya iklim masa kini dan perubahan iklim di masa depan. Satu contoh klasik ialah pemulihan sabuk pelindung bakau untuk membantu manusia beradaptasi terhadap meningkatnya angin topan dan banjir di wilayah pantai yang diperkirakan akan terjadi.
Benih bakau di Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Barat – Indonesia. ©Center For International Forestry Research/Daniel Murdiyarso

Saya tidak akan menggambarkan banyaknya manfaat yang dapat diperoleh dari ekosistem dalam bentuk layanan ekosistem dan bagaimana jasa tersebut secara umum penting untuk kesejahteraan umat manusia di artikel ini. Hal ini telah dipaparkan di banyak tempat dan saya tahu pasti saya tidak perlu meyakinkan para pembaca blog mengenai hal tersebut.

Yang ingin saya bicarakan adalah nilai tambah yang diberikan pendekatan EbA dalam menyelaraskan minat-minat adaptasi, konservasi, pembangunan dan DDR (misalnya sabuk pelindung bakau yang akan membantu orang beradaptasi terhadap frekuensi angin topan yang meningkat, tetapi juga akan meningkatkan penghidupan, keanekaragaman hayati dan pengurangan risiko bencana di wilayah pantai).

Uniknya EbA adalah sekali lagi di prosesnya.Proses untuk membangun sinergi semacam ini didasarkan pada informasi dari penilaian kerentanan terintegrasi, yang menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: bagaimanakah kerentanan ekosistem itu?, apakah pasokan layanan ekosistem rentan dan bagaimana dampaknya pada masyarakat?, bagaimanakah kerentanan manusia itu?, bagaimanakah bervariasinya dan perubahan iklim mempengaruhi/diperkirakan akan mempengaruhi penggunaan jasa ekosistem?, bagaimanakah ekosistem sosio-ekologis secara menyeluruh bersifat rentan?

Sementara EbA membangun konsep-konsep seperti pengelolaan ekosistem adaptif, pengelolaan ekosistem berbasis komunitas, penggunaan pengetahuan masyarakat setempat, mata pencaharian yang berkelanjutan, lingkungan untuk mengurangi kemiskinan dll.(konsep-konsep yang sama sekali tidak baru), EbA melakukan hal tersebut melalui kerangka kerja yang mendominasi di mana adaptasi ekosistem dipertimbangkan untuk memastikan peran ekosistem untuk adaptasi masyarakat. Isu-isu tambahan dipertimbangkan, seperti mengenai bagaimana pelaksanaanjasa ekosistem diperkirakan akan berubah di masa depan karena iklim dan bagaimana perubahan ini akan mempengaruhi berbagai segmen masyarakat.

Pertimbangkan skenario berikut, sebagai contoh. Pada awal tahun 2005, sebuah organisasi merencanakan sebuah proyek pembangunan berkelanjutan yang menjadikan masalah-masalah erosi dan pengurangan kemiskinan sebagai sasarannya. Setelah berkonsultasi dengan komunitas setempat, organisasi tersebut memutuskan untuk menanam spesies pohon X untuk memulihkan tanah terdegradasi di suatu wilayah yang rentan erosi. Spesies pohon tersebut dipilih berdasarkan preferensi komunitas terhadap produk-produk kayu dan non kayu untuk dipasarkan sebagai mata pencaharian. Sebuah proyek restorasi besar-besaran kemudian dimulai, yang melibatkan komunitas tersebut untuk menanam pohon. Kerentanan terhadap iklim tidak diperhitungkan dan dengan demikian data variabilitas iklim dan perkiraan-perkiraan iklim tidak dipergunakan dalam proses perencanannya.

Inilah yang sedang terjadi sekarang. Setelah 5 tahun, pohon-pohon mulai mati. Komunitas tersebut menjadi putus asa karena mereka harus mengalihkan sumber daya air tawar untuk pertanian ke usaha mempertahankan sisa pohon yang masih ada. Spesies pohon yang ditanam membutuhkan jumlah air yang lebih banyak untuk bertahan hidup dan wilayah tersebut ternyata mengalami penurunan curah hujan yang parah. Penurunan curah hujan sudah terjadi di masa lampau (1995-2005) tetapi tidak pernah menjadi persoalan yang nyata. Beberapa jenis tanaman pangan telah menunjukkan sedikit ketidakmampuan untuk bertoleransi terhadap kondisi yang lebih kering, namun kekeringan tidak pernah dianggap sebagai ancaman di wilayah tersebut. Komunitas ini sekarang mengalami kerentanan yang meningkat karena baik ketahanan pangan maupun mata pencaharian alternatif mereka dari lahan yang direforestasi terkena dampak.

Suatu penilaian kerentanan terintegrasi sebenarnya akan menunjukkan adanya kerentanan pertanian terhadap bervariasinya iklim dan perubahannya serta kerentanan pemberian jasa ekosistem dari lahan-lahan yang ditanam ulang. Seandainya penilaian semacam itu pernah dibuat, mungkin akan dipilih spesies pohon yang berbeda, misalnya spesies yang toleran terhadap kekeringan dan mampu meningkatkan permukaan air tanah. Spesies semacam itu akan memberikan  manfaat bagi pertanian (dengan melindungi pasokan air) dan juga mata pencaharian alternatif (NTFP, kayu bakar, dll).
Strategi pembangunan klasik dan konservasi mungkin dapat membawa manfaat tambahan adaptasi. Namun, EbA secara strategis merencanakan manfaat adaptasi konkret untuk mencapai mereka yang rentan dan komunitas yang sedang dan akan menghadapi risiko bahaya iklim.

Pada akhirnya, adaptasi bukan semata-mata mengenai jenis kegiatan tetapi lebih condong pada tujuan dan efeknya dalam kondisi yang berubah. Sudah saatnya kita mulai membangun sinergi antara komunitas-komunitas praktisi yang berbeda untuk mengurangi risiko mal-adaptasi, memastikan keberlangsungan usaha, dan menggunakan sumber daya yang terbatas yang tersedia dengan cara yang paling efisien.

Sumber : www.reed-indonesia.org


Pengantar Bisnis - Soal Jawab Bab 8

Pengantar Bisnis

Soal Jawab Bab 8 : Mengadaptasi Organisasi Pada Masa Sekarang

1. Sebutkan prinsip – prinsip Organisasi Fayol ! Prinsip – prinsip Organisasi Fayol, antara lain

A. Kesatuan perintah

B. Hierarki otoritas

C. Divisi tenaga kerja

D. Subordinasi kepentingan individual dengan kepetingan umum

E. Otoritas

F. Tingkat sentralisasi

G. Saluran komunikasi yang jelas

H. Tata tertib

I. Keadilan

J. Esprit de corps

2. Sebutkan prinsip – prinsip Organisasi Weber ! Prinsip – prinsip Organisasi Weber, antara lain :

A. Deskripsi pekerjaan

B. Peraturan tertulis, garis pedoman keputusan, dan catatan yang mendetail

C. Prosedur, peraturan, dan kebijaksanaan yang konsisten

D. Promosi dan susunan kepegawaian yang didasarkan pada kualifikasi

3. Apa yang dimaksud dengan Rantai Komando ? Rantai Komando adalah garis otoritas yang bergerak dari atas hierarki menuju tingkat yang terendah.

4. Apa yang menyebabkan Otoritas Yang Tersentralisasi muncul ? Otoritas Yang Tersentralisasi muncul ketika otoritas pengambilan keputusan dipertahankan di tingkat manajemen puncak di markas besar perusahaan.

5. Apa yang menyebabkan Otoritas Yang Terdesentralisasi muncul ? Otoritas Yang Terdesentralisasi muncul ketika otoritas pengambilan keputusan didelegasikan ke para manajer tingkat lebih rendah pada karyawan yang lebih familier dengan kondisi local ketimbang manajemen markas besar.

6. Apa yang dimaksud dengan Struktur Organisasi Yang Datar ? Struktur Organisasi Yang Datar merupakan struktur yang memiliki lebih sedikit lapisan manajemen dan rentan kendali yang luas.

7. Apa yang dimaksud dengan Restrukturisasi ? Restrukturisasi adalah mendesain ulang sebuah organisasi, sehingga dapat secara lebih efektif dan efisien melayani pelanggannya.

8. Pada saat kapan Tranparansi terjadi dalam suatu perusahaan ? Tranparansi terjadi ketika sebuah perusahaan begitu terbuka dengan perusahaan lain yang bekerja dengannya, sehingga penghalang yang tadinya solid diantara mereka jadi tembus pandang dan informasi elektronik dibagikan seolah perusahaan – perusahaan tersebut adalah satu perusahaan.

9. Apa yang dimaksud dengan Departementalisasi ? Departementalisasi adalah pembagian fungsi organisasional menjadi unit – unit terpisah.

10. Apa yang dimaksud dengan Struktur Organisasi Yang Tinggi ? Struktur Organisasi Yang Tinggi adalah struktur dimana bagan organisasional piramida akan sangat tinggi dikarenakan berbagai tingkat manajemen.


Pengantar Bisnis - Rangkuman Bab 8

Pengantar Bisnis

Rangkuman Bab 8 : Mengadaptasi Organisasi Pada Masa Sekarang

1. Prinsip – prinsip Organisasi Fayol, antara lain :

A. Kesatuan perintah

B. Hierarki otoritas

C. Divisi tenaga kerja

D. Subordinasi kepentingan individual dengan kepetingan umum

E. Otoritas

F. Tingkat sentralisasi

G. Saluran komunikasi yang jelas

H. Tata tertib

I. Keadilan

J. Esprit de corps

2. Prinsip – prinsip Organisasi Weber, antara lain :

A. Deskripsi pekerjaan

B. Peraturan tertulis, garis pedoman keputusan, dan catatan yang mendetail

C. Prosedur, peraturan, dan kebijaksanaan yang konsisten

D. Promosi dan susunan kepegawaian yang didasarkan pada kualifikasi

3. Rantai Komando adalah garis otoritas yang bergerak dari atas hierarki menuju tingkat yang terendah.

4. Otoritas Yang Tersentralisasi muncul ketika otoritas pengambilan keputusan dipertahankan di tingkat manajemen puncak di markas besar perusahaan.

5. Otoritas Yang Terdesentralisasi muncul ketika otoritas pengambilan keputusan didelegasikan ke para manajer tingkat lebih rendah pada karyawan yang lebih familier dengan kondisi local ketimbang manajemen markas besar.

6. Rentang kendali merujuk kepada jumlah optimal bawahan yang diawasi atau yang harus diawasi seorang manajer.

7. Struktur Organisasi Yang Tinggi adalah struktur dimana bagan organisasional piramida akan sangat tinggi dikarenakan berbagai tingkat manajemen.

8. Struktur Organisasi Yang Datar merupakan struktur yang memiliki lebih sedikit lapisan manajemen dan rentan kendali yang luas.

9. Departementalisasi adalah pembagian fungsi organisasional menjadi unit – unit terpisah.

10. Personel Jalur adalah bagian dari rantai komando yang bertanggung jawab untuk secara langsung mencapai tujuan organisasional.

11. Personel Staff menasihati dan membantu personel jalur dalam mencapai tujuan mereka.

12. Tranparansi terjadi ketika sebuah perusahaan begitu terbuka dengan perusahaan lain yang bekerja dengannya, sehingga penghalang yang tadinya solid diantara mereka jadi tembus pandang dan informasi elektronik dibagikan seolah perusahaan – perusahaan tersebut adalah satu perusahaan.

13. Restrukturisasi adalah mendesain ulang sebuah organisasi, sehingga dapat secara lebih efektif dan efisien melayani pelanggannya.


Pengantar Bisnis - Artikel Bab 7

Pengantar Bisnis

Artikel Bab 7 : Manajemen Kepemimpinan Dan Pemberdayaan Karyawan

Unsur manajemen adalah sangat penting agar proses suatu organisasi berjalan mantap. Manajemen melibatkan semua faktor yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tertentu dari organisasi, seperti manajemen diri, manajemen kepemimpinan, dsb. Ia sangat terikat pada fungsi-fungsi manajemen kehidupan organisasi yang kompleks seperti fungsi pengambilan keputusan dalam perencanaan, penganggaran dan pengendalian program termasuk dalam penerapan model kepemimpinan.

Kepemimpinan adalah unsur yang fundamental dalam menghadapi gaya dan perilaku seseorang. Hal itu merupakan potensi untuk mampu membuat orang lain (yang dipimpin) mengikuti apa yang dikehendaki pemimpinnya menjadi realita. Ia melibatkan unsur emosi yang pada kenyataannya dapat selalu berubah. Menerapkan kepemimpinan tidak selalu berjalan mulus. Boleh jadi karyawan yang dipimpin manajer merasa ragu-ragu akan kemampuan manajer, tidak jelas apa dan mengapa manajer menginstruksikan sesuatu, apatis terhadap manajer atau bahkan bisa saja menunjukkan konflik dengan manajer. Karyawan yang baik menjadikannya sebagai motivasi diri demi pengembangan diri di waktu sekarang dan masa depan.

Gaya manajemen dan kepemimpinan yang diterapkan beberapa manajer mungkin menyaratkan adanya perbedaan keterampilan diantara mereka. Seharusnya karyawan mengambil positifnya dengan melakukan pengembangan diri untuk motivasi diri ke depan. Namun keduanya bukanlah sesuatu yang terpisah tetapi bersifat inklusif. Keduanya saling berinteraksi bahkan saling memperkuat yang bergantung pada situasi. Manajemen dan kepemimpinan merupakan elemen organisasi yang utuh dalam mengorganisasikan para karyawan untuk mencapai prestasi tertentu lewat proses pemotivasian dan pengembangan rasa percaya diri. Karena itu keduanya bisa disatukan dan disebut sebagai manajemen kepemimpinan. Jadi jika seseorang ingin menjadi menjadi manajer handal, dia pasti membutuhkan kombinasi ketrampilan dalam manajemen sekaligus dalam menerapkan ciri-ciri kepemimpinan (manajemen diri, manajemen kepemimpinan harus digabungkan semua). Permasalahan yang kerap dihadapi manajer adalah dalam situasi yang bagaimana dia harus melakukan sesuatu yang benar dan kapan pula dia harus melakukan sesuatu dengan benar. Bagi yang ingin latihan diri bisa mengikuti psychotronica.

Sumber : http://ronawajah.wordpress.com


Pengantar Bisnis - Soal Jawab Bab 7

Pengantar Bisnis

Soal Jawab Bab 7 : Manajemen Kepemimpinan Dan Pemberdayaan Karyawan

1. Apa yang dimaksud dengan Manajemen ? Manajemen adalah proses yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasional melalui perencanaan, pengoorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian orang dan sumber – sumber daya organisasional lainnya.

2. Meliputi apa sajakah Perencanaan ? Perencanaan meliputi antisipasi terhadap trend dan penentuan strategi dan taktik terbaik untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasional.

3. Apa arti dari Kepemimpinan ? Kepemimpinan berarti menciptakan visi untuk organisasi dan megomunikasikan, membimbing, melatih, dan memotivasi orang lain untuk bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

4. Apa yang dimaksud dengan Perencanaan Taktis ? Perencanaan Taktis adalah proses mengembangkan peryataan terperinci jangka pendek mengenai apa yang harus dilakukan, siapa yang melakukannya, dan bagaimana cara melakukannya.

5. Apa yang dimaksud dengan Perencanaan Operasional ? Perencanaan Operasional adalah proses untuk menetapkan standard an jadwal kerja yang diperlukan untuk menerapkan sasaran taktis perusahaan.

6. Apa yang dimaksud dengan Perencanaan Kontingensi ? Perencanaan Kontingensi adalah proses untuk menyiapkan rencana tindakan alternative yang dapat digunakan jika rencana utama tidak mencapai sasaran organisasi.

7. Sebutkan langkah – langkah pengambilan keputusan yang baik ? Langkah – langkah pengambilan keputusan :

A. Mendefinisikan situasi

B. Mendeskripsikan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan.

C. Mengembangkan alternative

D. Mengembangkan persetujuan diantara yang terlibat

E. Memutuskan alternative mana yang terbaik

F. Melakukan yang diindikasikan (memulai implementasi)

G. Menentukan apakah keputusan tersebut adalah keputusan yang baik dan melanjutkannya.

8. Apa yang dimaksud dengan Bagan Organisasi ? Bagan Organisasi adalah alat visual yang memperlihatkan hubungan antar orang dan membagi pekerjaan organisasi.

9. Apa yang dimaksud dengan Manajemen Menengah ? Manajemen Menengah adalah manajemen yang bertanggung jawab untuk perencanaa taktis dan pengendalian.

10. Sebutkan karakteristik seorang pemimpin ! Seorang pemimpin harus mempunyai karakter sebagai berikut :

A. Mengomunikasikan sebuah visi dan membuat orang lain utnuk mengikuti visi tersebut.

B. Menetapkan nilai – nilai korporat.

C. Mempromosikan etika korporat.

D. Merangkul perubahan.


Pengantar Bisnis - Rangkuman Bab 7

Pengantar Bisnis

Rangkuman Bab 7 : Manajemen Kepemimpinan Dan Pemberdayaan Karyawan

1. Manajemen adalah proses yang digunakan untuk mencapai tujuan organisasional melalui perencanaan, pengoorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian orang dan sumber – sumber daya organisasional lainnya.

2. Perencanaan meliputi antisipasi terhadap trend dan penentuan strategi dan taktik terbaik untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasional.

3. Pengorganisasian meliputi perancangan struktur organisasi dan penciptaan kondisi dan system dimana setiap orang dan setiap hal bekerja bersama untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

4. Kepemimpinan berarti menciptakan visi untuk organisasi dan megomunikasikan, membimbing, melatih, dan memotivasi orang lain untuk bekerja secara efektif untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi.

5. Pengendalian melibatkan penetapan standar yang jelas untuk menentukan apakah sebuah organisasi mengalami kemajuan terhadap tujuan dan sasarannya, member ganjaran – ganjaran kepada orang untuk melakukan pekerjaan yang baik, dan mengambil tindakan korektif jika tidak.

6. Sebuah pernyataan misi yang berarti harus menyinggung :

A. Konsep diri organisasi

B. Filosofi dan tujuan perusahaan

C. Daya tahan jangka panjang

D. Kebutuhan pelanggan

E. Tanggung jawab social

F. Sifat dari produk atau jasa perusahaan

7. Sasaran adalah peryataan spesifik jangka pendek yang memerinci bagaimana cara mencapai tujuan organisasi.

8. Perencanaan adalah proses yang berkelanjutan.

9. Perencanaan Strategis menentukan tujuan utama organisasi.

10. Perencanaan Taktis adalah proses mengembangkan peryataan terperinci jangka pendek mengenai apa yang harus dilakukan, siapa yang melakukannya, dan bagaimana cara melakukannya.

11. Perencanaan Operasional adalah proses untuk menetapkan standard an jadwal kerja yang diperlukan untuk menerapkan sasaran taktis perusahaan.

12. Perencanaan Kontingensi adalah proses untuk menyiapkan rencana tindakan alternative yang dapat digunakan jika rencana utama tidak mencapai sasaran organisasi.

13. Pengambilan Kepetusan adalah memilih diantara dua alternative atau lebih.

14. Langkah – langkah pengambilan keputusan :

A. Mendefinisikan situasi

B. Mendeskripsikan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan.

C. Mengembangkan alternative

D. Mengembangkan persetujuan diantara yang terlibat

E. Memutuskan alternative mana yang terbaik

F. Melakukan yang diindikasikan (memulai implementasi)

G. Menentukan apakah keputusan tersebut adalah keputusan yang baik dan melanjutkannya.

15. Pemecahan Masalah adalah proses pemecahan masalah yang terjadi sehari – hari.

16. Bagan Organisasi adalah alat visual yang memperlihatkan hubungan antar orang dan membagi pekerjaan organisasi.

17. Manajemen Puncak adalah manajemen tingkat tertinggi yang mengembangkan strategis.

18. Manajemen Menengah adalah manajemen yang bertanggung jawab untuk perencanaa taktis dan pengendalian.

19. Manajemen Penyedia adalah manajemen yang langsung bertanggung jawab untuk mengawasi pekerja dan mengevaluasi kinerja harian mereka.

20. Keterampilan Teknis melibatkan kemampuan untuk melakukan tugas dalam disiplin tertentu.

21. Keterampilan Hubungan Manusia melibatkan komunikasi dan motivasi.

22. Keterampilan Konseptual melibatkan kemampuan untuk menggambarkan organisasi sebagai satu keseluruhan dan hubungan antara berbagai bagiannya.

23. Pengisian Staff meliputi merekrut, mempekerjakan, memotivasi, dan mempertahankan orang – orang terbaik yang ada untuk mencapai sasaran organisasi.

24. Seorang pemimpin harus mempunyai karakter sebagai berikut :

A. Mengomunikasikan sebuah visi dan membuat orang lain utnuk mengikuti visi tersebut.

B. Menetapkan nilai – nilai korporat.

C. Mempromosikan etika korporat.

D. Merangkul perubahan.

25. Kepemimpinan Otokratis melibatkan pengambilan keputusan manajerial tanpa berkonsultasi dengan orang lain.

26. Kepemimpinan Partisipatif terdiri dari manajer dan karyawan yang bekerja bersama untuk mengambil keputusan.

27. Kepemimpinan Free – Rein melibatkan manajer yang menetapkan sasaran – sasaran dan karyawan relative mempunyai kebebasan untuk melakukan apapun yang diperlukan untuk mencapai sasaran – sasaran tersebut.

28. Pemampuan adalah istilah yang digunakan untuk mendeskripsikan pemberian pendidikan dan alat – alat yang dibutuhkan pekerja yang mengambil keputusan.

29. Pengendalian terdiri atas lima langkah, antara lain :

A. Menetapkan standar kinerja yang jelas.

B. Memantau dan merekam kinerja actual.

C. Membandingkan hasil terhadap rencana dan standar.

D. Mengomunikasikan hasil dan penyimpangan kepada karyawan yang terlibat.

E. Mengambil tindakan korektif ketika dibutuhkan dan memberikan umpan balik positif untuk kerja yang dilaksanakan dengan baik.

30. Pelanggan Eksternal meliputi dealer yang membeli produkuntuk dijual kepada orang lain dan pelanggan akhir.

31. Pelanggan Internal meliputi individu unit dalam perusahaan yang menerima layanan dari individu atau unit lain.


Pengantar Bisnis - Artikel Bab 6

Pengantar Bisnis

Artikel Bab 6 : Kewirausahaan Dan Bisnis Kecil

Cara Untuk Memasuki Dunia Usaha

Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai suatu usaha atau memasuki dunia usaha:

  • Merintis usaha baru (starting)
    1. Perusahaan milik sendiri (sole proprietorship), bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang.
    2. Persekutuan (partnership), suatu kerjasama (aosiasi) dua orang atau lebih yang secara bersama-sama menjalankan usaha bersama.
    3. Perusahaan berbadan hukum (corporation), perusahaan yang didirikan atas dasar badan hukum dengan modal saham-saham.
  • Dengan membeli perusahaan orang lain (buying)
  • Kerjasama manajemen (franchising)

Merintis Usaha Baru

Wirausaha adalah seseorang yang mengorganisir, mengelola, dan memiliki keberanian menghadapi resiko.

Sebagai pengelola dan pemilik usaha (business owner manager) atau pelaksana usaha kecil (small business operator), ia harus memiliki:

  • Kecakapan untuk bekerja
  • Kemampuan mengorganisir
  • Kreatif
  • Lebih menyukai tantangan

Menurut hasil survei Peggy Lambing:

  • Sekitar 43% responden (wirausaha) mendapatkan ide bisnis dari pengalaman yang diperoleh ketika bekerja di beberapa perusahaan atau tempat-tempat profesional lainnya.
  • Sebanyak 15% responden telah mencoba dan mereka merasa mampu mengerjakannya dengan lebih baik.
  • Sebanyak 11% dari wirausaha yang disurvei memulai usaha untuk memenuhi peluang pasar, sedangkan 46% lagi karena hobi.

Menurut Lambing ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru:

  • Pendekatan ”in-side out” atau ”idea generation” yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha.
  • Pendekatan ”the out-side in” atau “opportunity recognition” yaitu pendekatan yang menekankan pada basis ide merespon kebutuhan pasar sebagai kunci keberhasilan.

Berdasarkan pendekatan ”in-side out”, untuk memulai usaha, seseorang calon wirausaha harus memiliki kompetensi usaha. Menurut Norman Scarborough, kompetensi usaha yang diperlukan meliputi:

  • Kemampuan teknik
  • Kemampuan pemasaran
  • Kemampuan finansial
  • Kemampuan hubungan

Dalam merintis usaha baru, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Bidang dan jenis usaha yang dimasuki.

Beberapa bidang usaha yang bisa dimasuki, diantaranya:

    1. Bidang usaha pertanian (pertanian, kehutanan, perikanan, dan perkebunan).
    2. Bidang usaha pertambangan (galian pasir, galian tanah, batu, dan bata).
    3. Bidang usaha pabrikasi (industri perakitan, sintesis).
    4. Bidang usaha konstruksi (konstruksi bangunan, jembatan, pengairan, jalan raya).
    5. Bidang usaha perdangan (retailer, grosir, agen, dan ekspor-impor).
    6. Bidang jasa keuangan (perbankan, asuransi, dan koperasi).
    7. Bidang jasa perseorangan (potong rambut, salon, laundry, dan catering).
    8. Bidang usaha jasa-jasa umum (pengangkutan, pergudangan, wartel, dan distribusi).
    9. Bidang usaha jasa wisata (usaha jasa parawisata, pengusahaan objek dan daya tarik wisata dan usaha sarana wisata).
  • Bentuk usaha dan kepemilikan yang akan dipilih

Ada beberapa kepemilikan usaha yang dapat dipilih, diantaranya perusahaan perseorangan, persekutuan (dua macam anggota sekutu umum dan sekutu terbatas), perseroan, dan firma.

  • Tempat usaha yang akan dipilih

Dalam menentukan tempat usaha ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, diantaranya:

    1. Apakah tempat usaha tersebut mudah dijangkau oleh konsumen atau pelanggan maupun pasar?
    2. Apakah tempat usaha dekat dengan sumber tenaga kerja?
    3. Apakah dekat ke akses bahan baku dan bahan penolong lainnya seperti alat pengangkut dan jalan raya
  • Organisasi usaha yang akan digunakan.
  • Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha dan skala usaha. Fungsi kewirausahaan dasarnya adalah kreativitas dan inovasi, sedangkan manajerial dasarnya adalah fungsi-fungsi manajemen. Semakin kecil perusahaan maka semakin besar fungsi kewirausahaan, tetapi semakin kecil fungsi manajerial yang dimilikinya.
  • Lingkungan usaha

Lingkungan usaha dapat menjadi pendorong maupun penghambat jalannya perusahaan. Lingkungan yang dapat mempengaruhi jalannya usaha/perusahaan adalah lingkungan mikro dan lingkungan makro.
Lingkungan mikro adalah lingkungan yang ada kaitan langsung dengan operasional perusahaan, seperti pemasok, karyawan, pemegang saham, majikan, manajer, direksi, distributor, pelanggan/konsumen, dan lainnya.
Lingkungan makro adalah lingkungan diluar perusahaan yang dapat mempengaruhi daya hidup perusahaan secara keseluruhan, meliputi lingkungan ekonomi, lingkungan teknologi, lingkungan sosial, lingkungan sosiopolitik, lingkungan demografi dan gaya hidup.

Membeli Perusahaan yang sudah didirikan

Banyak alasan mengapa seseorang memilih membeli perusahaan yang sudah ada daripada mendirikan atau merintis usaha baru, antara lain:

  • Resiko lebih rendah
  • Lebih mudah
  • Memiliki peluang untuk membeli dengan harga yang dapat ditawar

Membeli perusahaan yang sudah adaa juga mengandung permasalahan, yaitu:

  • Masalah eksternal, yaitu lingkungan misalnya banyaknya pesaing dan ukuran peluang pasar
  • Masalah internal, yaitu masalah-masalah yang ada dalam perusahaan, misalnya image atau reputasi perusahaan.

Franchising (Kerjasama Manajemen/Waralaba)

Franchising adalah kerjasama manajemen untuk menjalankan perusahaan cabang/penyalur. Inti dari Franchising adalah memberi hak monopoli untuk menyelenggarakan usaha dari perusahaan induk.

Franchisor adalah (perusahaan induk) adalah perusahaan yang memberi lisensi, sedangkan franchise adalah perusahaan pemberi lisensi (penyalur atau dealer).

Bentuk

Kelebihan

Kekurangan

Merintis usaha

  • Gagasan Murni
  • Bebas beroperasi
  • Fleksibel dan mudah penggunaan
  • Pengakuan nama barang
  • Fasilitas inefisien
  • Persaingan kurang diketahui

Membeli perusahaan

  • Kemungkinan sukses
  • Lokasi sudah cocok
  • Karyawan dan pemasok biasanya sudah mantap
  • Sudah siap operasi
  • Perusahaan yang dijual biasanya lemah
  • Peralatan tak efisien
  • Mahal
  • Sulit inovasi

Kerjasama manajemen

  • Mendapat pengalaman dalam logo, nama, metoda teknik produksi, pelatihan dan bantuan modal
  • Penggunaan nama, Merek yang sudah dikenal
  • Tidak mandiri
  • Kreativitas tidak berkembang
  • Menjadi independen, terdominasi, rentan terhadap perubahan franchisor

Sumber

Mata kuliah Kewirausahaan, Teknik Informatika – Universitas Widyatama

Download

Anda dapat mengunduh catatannya pada tautan di bawah ini:
Merintis Usaha Baru dan Model Pengembangannya (PDF)


Tulisan lain yang berkaitan


Ide dan Peluang dalam Kewirausahaan

Posted: April 3, 2008 | Author: muhammadghazali | Filed under: Catatan Kuliah, Kewirausahaan | Tags: Artikel kewirausahaan, Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan, Ide dan Peluang dalam Kewirausahaan, Ide Kewirausahaan, Kewirausahaan, Memperhitungkan Resiko yang Mungkin Terjadi, Menciptakan Produk Baru dan Berbeda, Mengamati Pintu Peluang, Sumber-sumber Potensial Peluang, Wirausaha | 3 Comments »

Ide Kewirausahaan

Nilai suatu barang atau produk dapat diciptakan melalui:

  • Inovasi

Keberhasilan wirausaha dicapai apabila wirausaha menggunakan produk, proses, dan jasa-jasa inovasi sebagai alat untuk menggali perubahan.

  • Mengubah tantangan menjadi peluang

Menciptakan permintaan melalui penemuan baru (market driven).

Menurut Zimmerer, ide-ide yang berasal dari wirausaha dapat menciptakan peluang untuk memenuhi kebutuhan pasar. Dalam mengevaluasi ide, wirausaha perlu mengidentifikasi dan mengevaluasi semua resiko yang mungkin terjadi dengan cara:

  • Pengurangan resiko melalui strategi yang proaktif
  • Penyebaran resiko pada aspek yang paling mungkin
  • Pengelolaan resiko yang mendatangkan nilai atau manfaat

Ada tiga resiko yang perlu dievaluasi, yaitu:

  • Resiko pasar atau resiko persaingan, terjadi akibat adanya ketidakpastian pasar
  • Resiko finansial, terjadi akibat rendahnya hasil penjualan dan tingginya biaya
  • Resiko teknik, terjadi akibat kegagalan teknik

Bagaimana ide dapat menjadi peluang, ada beberapa cara untuk melakukannya yaitu:

  • Ide dapat digerakkan secara internal melalui perubahan cara-cara/metoda yang lebih baik untuk dapat memenuhi kepuasan pelanggan
  • Ide dapat dihasilkan dalam bentuk produk dan jasa baru
  • Ide dapat dihasilkan dalam bentuk modifikasi, bagaimana pekerjaan dilakukan atau dimodifikasi cara melakukan suatu pekerjaan

Sumber-sumber Potensial Peluang

Proses penjaringan ide disebut screening yang merupakan suatu cara terbaik untuk menuangkan ide potensial menjadi produk atau jasa riil. Adapun langkah-langkah dalam penjaringan ide (screening) ide dapat dilakukan dengan cara Menciptakan produk baru dan berbeda, mengamati pintu peluang, analisis produk dan proses produksi secara mendalam, menaksi biaya awal, dan memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi.

Menciptakan Produk Baru dan Berbeda

Produk dan jasa yang dibuat harus menciptakan nilai bagi pembeli, untuk itu wirausaha harus benar-benar mengenal perilaku konsumen di pasar.

Ada dua unsur pasar yang perlu diperhatikan:

  • Permintaan terhadap barang/jasa yang dihasilkan
  • Waktu penyerahan dan waktu permintaan barang/jasa

Kemampuan untuk memperoleh peluang, sangat bergantung pada kemampuan wirausaha untuk menganalisis pasar, yang meliputi aspek:

  • Analisis demografi pasar
  • Analisis serta tingkah laku pesaing
  • Analisis keunggulan bersaing pesaing dan kevakuman pesaing yang dapat dianggap dapat menciptakan peluang

Mengamati Pintu Peluang

Wirausaha harus mengamati potensi-potensi yang dimiliki pesaing, misalnya:

  • Kemungkinan pesaing mengembangkan produk baru
  • Pengalaman keberhasilan dalam mengembangkan produk baru
  • Dukungan keuangan
  • Keunggulan-keunggulan yang dimiliki pesaing di pasar

Kemampuan pesaing untuk mempertahankan posisi pasar dapat dievaluasi dengan mengamati kelemahan-kelemahan dan resiko pesaing dalam menanamkan modal barunya.

Pintu peluang usaha baru dapat diperoleh dengan cara (Zimmerer):

  • Produk baru harus segera dipasarkan dalam jangka waktu yang relatif singkat
  • Kerugian teknik harus rendah
  • Bila pesaing tidak begitu agresif untuk mengembangkan strategi produknya
  • Pesaing tidak memiliki teknologi yang canggih
  • Pesaing sejak awal tidak memiliki strategi dalam mempertahankan posisi pasarnya
  • Perusahaan baru memiliki kemampuan dan sumbe-sumber untuk menghasilkan produk barunya

Memperhitungkan Resiko yang Mungkin Terjadi

Resiko pesaing, kemampuan dan kesediaan pesaing untuk mempertahankan posisi pasarnya:

  • Kesamaan dan keunggulan produk yang dikembangkan pesaing
  • Tingkat keberhasilan yang dicapai pesaing dalam pengembangan produknya
  • Seberapa besar dukungan keuangan pesaing bagi pengembangan produk baru

Resiko teknik adalah kegagalan dalam proses pengembangan produk. Sedangkan resiko finansial adalah kegagalan yang timbul akibat ketidakcukupan dana.

Bekal Pengetahuan dan Kompetensi Kewirausahaan

Untuk menjadi wirausaha yang berhasil, persyaratan utama yang harus dimiliki adalah memiliki jiwa dan watak kewirausahaan. Jiwa dan watak kewirausahaan tersebut dipengaruhi oleh keterampilan, kemampuan, atau kompetensi. Komptensi itu sendiri ditentukan oleh pengetahuan dan pengalaman.

Wirausahawan adalah seseorang  yang memiliki jiwa dan kemampuan tertentu dalam berkreasi dan berinovasi, ia memiliki kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda.

Kemampuan kreatif dan inovatif tersebut tercermin dalam:

  • Kemampuan dan kemauan untuk memulai usaha (start-up)
  • Kemampuan untuk mengerjakan sesuatu yang baru (creative)
  • Kemampuan dan kemampuan untuk mencari peluang (opportunity)
  • Kemampuan dan keberanian untuk menanggung resiko (risk bearing)
  • Kemampuan untuk mengembangkan ide dan meramu sumber daya

Kemauan dan kemampuan-kemampuan tersebut diperlukan terutama untuk:

  • Menghasilkan produk atau jasa baru
  • Menghasilkan nilai tambah baru
  • Merintis usaha baru
  • Melakukan proses/teknik baru
  • Mengembangkan organisasi baru

Sumber : Mata kuliah Kewirausahaan, Teknik Informatika – Universitas Widyatama


Pengantar Bisnis - Soal Jawab Bab 6

Pengantar Bisnis

Soal Jawab Bab 6 : Kewirausahaan Dan Bisnis Kecil

1. Apa yang dimaksud dengan Kewirausahaan ? Kewirausahaan adalah menerima resiko untuk memulai dan menjalankan sebuah bisnis.

2. Sebutkan alasan mengapa seseorang berani mengambil resiko dalam Bisnis ! Beberapa alasan mengapa orang bersedia mengambil resiko untuk memulai sebuah bisnis, antara lain :

A. Kesempatan

B. Laba

C. Kemerdekaan

D. Tantangan

3. Apa yang dimaksud dengan Tim Wirausaha ? Tim Wirausaha adalah sekolompok orang yang berpengalaman dari berbagai area bisnis yang bergabung bersama untuk membentuk sebuah tim manajerial dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan.

4. Apa yang dimaksud dengan Zona Perusahaan ? Zona Perusahaan adalah area geografis spesifik dimana pemerintah berusaha menarik investasi bisnis swasta dengan menawarkan pajak yang lebih rendah dan dukungan pemerintah lainnya.

5. Apa yang dimaksud dengan Inkubator ? Inkubator adalah pusat yang menawarkan fasilitas kepada bisnis baru yang seperti kantor berbiaya rendah dengan layanan bisnis dasar, seperti akuntansi, nasihat legal, dan bantuan sekretaris.

6. Sebutkan fungsi bisnis dalam situasi bisnis kecil ! Fungsi bisnis dalam situasi bisnis kecil, antara lain :

A. Merencanakan bisnis anda

B. Mendanai bisnis anda

C. Mengenal pelanggan anda

D. Mengelola karyawan anda

E. Membuat catatan

7. Apa yang dimaksud dengan Rencana Bisnis ? Rencana Bisnis adalah peryataan terperinci tertulis seperti mendeskripsikan sifat bisnis, pasar sasaran, keuntungan yang akan dimiliki bisnis tersebut dalam hal kompetisi.

8. Apa yang dimaksud dengan Small Business Administration ? Small Business Administration (SBA) adalah sebuah agen pemerintah AS yang member nasihat dan bantuan kepada bisnis kecil dengan menyediakan pelatihan manajemen dan nasihat financial dan pinjaman.

9. Sebutkan keuntungan dari bisnis kecil ! Bisnis kecil mempunyai sejumlah keuntungan atas bisnis besar dalam perdagangan Internasional, antara lain :

A. Pembeli luar negeri lebih senang berurusan dengan individu dibandingkan dengan birokrasi korporat besar.

B. Perusahaan kecil biasanya dapat mulai mengirimkan jauh lebih cepat.

C. Perusahaan kecil memberikan banyak ragam pemasok.

D. Perusahaan kecil dapat memberikan pelayanan yang lebih personal dan perhatian yang lebih tidak terbagi karena setiap akun luar negeri merupakan sumber bisnis besar bagi mereka.

10. Apa yang dimaksud dengan Intrawirausahawan ? Intrawirausahawan adalah orang kreatif yang bekerja sebagai wirausahawan dalam korporasi.


Pengantar Bisnis - Rangkuman Bab 6

Pengantar Bisnis

Rangkuman Bab 6 : Kewirausahaan Dan Bisnis Kecil

1. Kewirausahaan adalah menerima resiko untuk memulai dan menjalankan sebuah bisnis.

2. Beberapa alasan mengapa orang bersedia mengambil resiko untuk memulai sebuah bisnis, antara lain :

A. Kesempatan

B. Laba

C. Kemerdekaan

D. Tantangan

3. Daftar sifat Wirausaha, antara lain :

A. Memerintah diri

B. Memelihara diri

C. Berorientasi tindakan

D. Penuh semangat

E. Toleran terhadap ketidakpastian

4. Tim Wirausaha adalah sekolompok orang yang berpengalaman dari berbagai area bisnis yang bergabung bersama untuk membentuk sebuah tim manajerial dengan keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan.

5. Alasan lain pertumbuhan bisnis berbasis rumahan meliputi hal – hal berikut ini :

A. Teknologi computer telah menyeimbangkan lapangan persaingan.

B. Perampingan korporat telah membuat para pekerja menyadari tidak adanya jaminan pekerjaan.

C. Sikap social telah berubah.

D. Hukum pajak yang baru telah melonggarkan pembatasan – pembatasan mengenai pemotongan untuk kantor rumahan.

6. Tantangan bisnis berbasis rumahan, antara lain :

A. Mendapatkan pelanggan baru.

B. Mengelola waktu.

C. Memisahkan tugas kerja dan keluarga.

D. Mematuhi peraturan kota.

E. Mengelola resiko.

7. Intrawirausahawan adalah orang kreatif yang bekerja sebagai wirausahawan dalam korporasi.

8. Zona Perusahaan adalah area geografis spesifik dimana pemerintah berusaha menarik investasi bisnis swasta dengan menawarkan pajak yang lebih rendah dan dukungan pemerintah lainnya.

9. Inkubator adalah pusat yang menawarkan fasilitas kepada bisnis baru yang seperti kantor berbiaya rendah dengan layanan bisnis dasar, seperti akuntansi, nasihat legal, dan bantuan sekretaris.

10. Bisnis Kecil adalah sebagai bisnis yang dimiliki dan dioperasikan secara independen, tidak dominan, dalam bidang operasinya, dan memenuhi standar ukuran tertentu dalam hal jumlah karyawan atau penerimaan tahunan.

11. Fungsi bisnis dalam situasi bisnis kecil, antara lain :

A. Merencanakan bisnis anda

B. Mendanai bisnis anda

C. Mengenal pelanggan anda

D. Mengelola karyawan anda

E. Membuat catatan

12. Rencana Bisnis adalah peryataan terperinci tertulis seperti mendeskripsikan sifat bisnis, pasar sasaran, keuntungan yang akan dimiliki bisnis tersebut dalam hal kompetisi.

13. Investor yang dikenal sebagai Pemodal Ventura dapat mendanai proyek anda dengan harga tertentu.

14. Small Business Administration (SBA) adalah sebuah agen pemerintah AS yang member nasihat dan bantuan kepada bisnis kecil dengan menyediakan pelatihan manajemen dan nasihat financial dan pinjaman.

15. Dalam bisnis, Pasar terdiri atas orang – orang dengan keinginan dan kebutuhan yang tidak terpuaskan yang memiliki sumber daya dan kesediaan untuk membeli.

16. Bisnis kecil mempunyai sejumlah keuntungan atas bisnis besar dalam perdagangan Internasional, antara lain :

A. Pembeli luar negeri lebih senang berurusan dengan individu dibandingkan dengan birokrasi korporat besar.

B. Perusahaan kecil biasanya dapat mulai mengirimkan jauh lebih cepat.

C. Perusahaan kecil memberikan banyak ragam pemasok.

D. Perusahaan kecil dapat memberikan pelayanan yang lebih personal dan perhatian yang lebih tidak terbagi karena setiap akun luar negeri merupakan sumber bisnis besar bagi mereka.